Yonif Para Raider 431

SEJARAH SINGKAT
BATALYON INFANTERI PARA RAIDER 431
SATRIA SETIA PERKASA

Dengan telah berdirinya komplek militer didaerah Kariango pada tahun 1980, maka komplek ini dijadikan sebagai Kesatrian Markas Grup 3 Kopassandha. Salah satu unsur manuver utama Grup 3 Kopassandha adalah Detasemen Tempur 31.

Pada tanggal 6 Maret 1985, Grup Kopassandha diorganisasi menjadi Brigade Infanteri 3 Lintas Udara Kopassus.Dengan demikian Detasemen Tempur 31 direorganisasi menjadi Batalyon Infanteri 1 Brigif 3 Linud Kopassus.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AD Nomor : Skep/1222/XII/1986 tanggal 6 Desember 1986 tentang pengesahan Tunggul Batalyon Infanteri Lintas Udara 431.Maka disahkan Tunggul Batalyon Infanteri Lintas Udara 431 dengan Nama Satria Setia Perkasa.

Pada tanggal 9 Desember 1986 dilaksanakan alih status Brigif 3 Linud Kopassus menjadi Brigif Linud 3/Kostrad dalam suatu upacara militer dengan Inspektur Upacara Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Tri Sutrisno.

Dengan adanya alih status tersebut, maka Batalyon Infanteri 1 Brigif 3 Linud Kopassus beralih menjadi Batalyon Infanteri Lintas Udara 431/Satria Setia Perkasa. Selanjutnya tanggal 9 Desember secara resmi dijadikan tonggak sejarah sebagai Hari Jadi Kesatuan Tempur Batalyon Infanteri Lintas Udara 431/Satria Setia Perkasa.

ARTI DAN MAKNA LAMBANG DAN TUNGGUL SATUAN.

1. Tunggul.

a. Lukisan.

1) Senjata Cakra adalah senjata yang sangat ampuh untuk menghadapi lawan dan digunakan untuk menghancurkan diartikan bahwa prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad adalah prajurit andalan yang siap menghadapi dan menghancurkan lawan serta sanggup melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dan dilaksanakan dengan baik dan berhasil.

2) Mata Senjata Cakra sebanyak 8 (delapan) buah menggambarkan 8 (delapan) penjuru angin dan 8 Wajib TNI diartikan prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad selalu waspada dan siap menghadapi ancaman dari segala penjuru dan dalam melaksanakan tugas selalu berpegang pada 8 Wajib TNI.

3) Bintang Bersudut Lima didalam lingkaran Cakra menggambarkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sikap mental dan kejuangan diartikan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia, setiap prajurit membela dan mempertahankannya dan juga sebagai simbol/lambang TNI AD yang terkandung lima kebulatan tekad dalam Sumpah Prajurit.

4) Sayap/Wing berhelai 7 (tujuh) diartikan prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad siap melaksanakan tugas-tugas Lintas Udara dan diterbangkan ke segenap penjuru tanah air secara cepat dan tepat dengan selalu berpedoman pada Sapta Marga.

5) Sirip pada ujung senjata dengan empat buah garis Cakar diartikan prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad mempunyai keseimbangan sebagai prajurit pejuang dan prajurit profesional dan prajurit yang mampu melaksanakan fungsinya sebagai fungsi sosial dan fungsi pertahanan serta sebagai prajurit yang berkemampuan tempur, intelijen, administrasi, teritorial dalam melaksanakan setiap tugas.

6) Genggaman lima jari di ujung sayap/wing pada tangkai Cakra diartikan prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad selalu memegang teguh Sumpah Prajurit bersifat tegas, teguh setia pada tugas dan mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam setiap pelaksanaan tugas.

7) 3 (tiga) Cakar Garuda pada tangkai Cakra diartikan prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad selalu menyadari kemampuan yang harus dimiliki sebagai seorang prajurit profesional, selalu terkendali oleh satuan atas dan berpegang teguh pada janji prajurit para.

8) Angka 431 diartikan kesatuan Yonif Para Raider 431 Kostrad.

9) Tulisan : “ SATRIA SETIA PERKASA “ diartikan prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad memiliki mental yang tangguh, jiwa patriotisme, rela berkorban, profesionalisme dan olah keprajuritan yang terampil dan jasmani yang kuat yang dapat diandalkan serta menjadi contoh dan tauladan pada setiap tugas ditempat dan keadaan yang bagaimanapun juga.

b. Tata Warna.

1) Merah melambangkan keberanian.
2) Hitam melambangkan keteguhan, ketenangan.
3) Putih melambangkan kesucian, keikhlasan.
4) Kuning melambangkan kejayaan, bijaksana.
5) Hijau melambangkan kedamaian, harapan.

2. Mahkota/Tiang.

a. Bintang bersudut lima diartikan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Repunlik Indonesia, setiap prajurit membela dan mempertahankannya dan juga sebagai lambang/simbol TNI AD yang terkandung lima kebulatan tekad dalam Sumpah Prajurit.

b. Burung Raksasa dengan sayap melebar menggambarkan Garuda Yaksa diartikan :

1) Kesaktian.

2) Sayap terbuka lebar melambangkan menuju kesempurnaan sesuai tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945.

3) Menggenggam senjata “ CAKRA AGNI “ sebagai kebulatan tekad yang menentukan selaku Bhayangkari Negara.

c. Bunga Teratai Mekar berdaun 17 diartikan kemegahan dan kejayaan hari keramat 17 Agustus 1945.

d. 5 (lima) lingkaran diartikan tiap sila dari Pancasila sebagai landasan idiil dan spirituil daripada Ideologi Negara dan Bangsa.

RIWAYAT PENUGASAN DAN PENGABDIAN
YONIF PARA RAIDER 431/SSP

1. Melaksanakan Tugas Operasi Tempur di Timor Timur Tahun 1987-1988 kekuatan 146 orang dipimpin oleh Kapten Inf Ateng Ardian.

2. Melaksanakan Operasi Teritorial di Irian Jaya Tahun 1989-1990 kekuatan 450 orang dipimpin oleh Letkol Inf Marsigit Modjo.

3. Melaksanakan Operasi Teritorial Irian Jaya Tahun 1990-1991 kekuatan 450 orang dipimpin oleh Letkol Inf Dibyo Kartono.

4. Melaksanakan Operasi Tempur di Timor Timur Tahun 1992-1993 kekuatan 450 orang dipimpin oleh Letkol Inf Junianto Haroen.

5. Melaksanakan Operasi Tempur Kompi Rajawali di Timor-Timur Tahun 1995-1996 kekuatan 127 orang dipimpin oleh Kapten Inf Udjiono Hary S.

6. Melaksanakan Operasi Pengaman di wilayah Maluku Rem 174/Ptm Tahun 1999 kekuatan 650 orang dipimpin oleh Mayor Inf Amrin.

7. Melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI – PNG Tahun 2000-2001 kekuatan 650 orang dipimpin oleh Mayor Inf Abdul Rachim Siregar.

8. Melaksanakan Operasi Tempur di Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2002-2003 kekuatan 650 orang dipimpin oleh Letkol Inf Indra Junjungan Nasution.

9. Melaksanakan Operasi Pengamanan Obyek Vital Nasional PT. Freeport Indonesia Timika Papua Tahun 2004-2005 kekuatan 450 orang dipimpin oleh Letkol Inf Syafruddin.

10. Melaksanakan Operasi Pasukan Perdamaian PBB di Libanon Tahun 2008 kekuatan 105 orang dipimpin oleh Kapten Inf Edy.

11. Melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI – PNG Tahun 2012 kekuatan 650 orang dipimpin oleh Letkol Inf Indarto Kusnohadi,S.IP.

12. Melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI – PNG Tahun 2015 kekuatan 450 orang dipimpin oleh Letkol Inf Teguh Wiratama. S.Sos

NAMA-NAMA MANTAN PEJABAT
KOMANDAN YONIF PARA RAIDER 431/SSP

1. Letnan Kolonel Inf Edward Simbolon sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-1 TMT 1986 s.d 1988.

2. Letnan Kolonel Inf Marsigit Modjo sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-2 TMT 1988 s.d 1989.

3. Letnan Kolonel Inf Sanjoyo sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-3 TMT 1989 s.d 1991.

4. Letnan Kolonel Inf Dibyo Kartono sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-4 TMT 1991 s.d 1993.

5. Letnan Kolonel Inf Junianto Haroen sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-5 TMT 1993 s.d 1995.

6. Mayor Inf Richardus Widiyono sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-6 TMT 1995 s.d 1996.

7. Mayor Inf Fransen G. Siahaan sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-7 TMT 1996 s.d 1998.

8. Mayor Inf Amrin sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-8 TMT 1998 s.d 2000.

9. Mayor Inf Abdul Rachim Siregar sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-9 TMT 2000 s.d 2002.

10. Mayor Inf Indra J. Nasution sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-10 TMT 2002 s.d 2004.

11. Mayor Inf Syafruddin sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-11 TMT 2004 s.d 2006.

12. Letnan Kolonel Inf Abu Bakar sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-12 TMT 2006 s.d 2008

13. Letnan Kolonel Inf Agung Pambudi sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-13 TMT 2008 s.d 2010

14. Letnan Kolonel Inf Indarto Kusnohadi, S.IP sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-14 TMT 2010 s.d 2013

15. Letnan Kolonel Inf Josep Tanada Sidabutar sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke-15 TMT 2013 s.d 2014.

16. Letnan Kolonel Susilo. S.Sos. sebagai Danyonif Linud 431/SSP yang ke16 TMT 2013 s.d 2015.

17. Letnan Kolonel Teguh Wiratama. S.Sos sebagai Danyonif Para Raider 431/SSP yang ke-17 TMT 2015 s.d 2017.

18. Mayor Inf A.A. Gede Rama. C.P., S.Sos. sebagai Danyonif Para Raider 431/SSP yang ke-18 s.d sekarang.

PERSONIL YANG GUGUR DI DAERAH OPERASI.

Personel Yonif Para Raider 431/SSP pada saat melaksanakan tugas Operasi di daerah Tim-Tim pada tahun 1987 dan tahun 1994 terjadi VC terhadap GPK Tim-Tim dan personel yang gugur a.n. :

1. Pratu Yulian Gugur di Baucau Timtim tgl 10 – 03 – 1987.
2. Praka M. Tombokan Gugur di Alapapulo Timtim tgl 13 – 09 – 1994.
3. Praka Muhammad Idris Gugur di Alapapulo Timtim tgl 13 – 09 – 1994.

Sedangkan pada saat penugasan ke daerah Operasi Aceh pada tahun 2003 personel Yonif Para Raider 431/SSP terjadi VC terhadap GAM personel yang gugur a.n. :

1. Praka Syamsuddin K. Gugur di Pameu Aceh Tengah tgl 04 – 11 – 2002.
2. Prada Warsono Gugur di Lokop Aceh Timur tgl 14 – 01 – 2003.

Demikian sejarah satuan Yonif Para Raider 431/SSP untuk dapat memberikan gambaran pada Komando atas.

Brigif Para Raider 3 © 2018 all rights reserved