Yonif Para Raider 432

SEJARAH SATUAN
BATALYON INFANTERI PARA RAIDER 432
WASPADA SETIA JAYA

Dengan telah berdirinya komplek Militer di daerah Kariango pada tahun 1980 maka komplek ini dijadikan sebagai Kesatrian Markas Komando Grup 3 Kopassandha. Komandan grup 3 Kopassandha berturut – turut dibawah pimpinan Kolonel Inf Sintong Panjaitan dan Kolonel Inf Soeparno.
Unsur – unsur Grup 3 Kopassandha terdiri dari :

1) Markas komando
2) Detasemen tempur 31
3) Detasemen tempur 32
4) Detasemen tempur 33

Dengan keluarnya keputusan pimpinan ABRI tentang penyederhanaan organisasi TNI AD, maka pada tanggal 6 maret 1985 Grup 3 Kopassandha diorganisasikan kembali menjadi Brigif 3 Linud Kopassus dibawah pimpinan Kolonel Inf Tarub.
Unsur – unsur Brigif 3 Linud Kopassus terdiri dari :

1) Madenma Brigif 3 Linud
2) Yonif 1 Linud
3) Yonif 2 Linud

Pada tahun 1980 Menghankam/Pangab Jenderal M. Yusuf pimpinan tertinggi ABRI pada saat itu yang akan mendirikan kompleks Markas Komando Grup-3/Kopassandha untuk wilayah Indonesia bagian timur, maka tempat yang sangat strategi adalah daerah Ujung Pandang, dibangunlah markas Komando diatas tanah seluas ± 247 ha di daerah Kariango sedangkan ditinjau operasional pasukan secara cepat karena dekat dari Bandara Hasanuddin ± 2,5 km, maka tempat ini cocok dan strategis untuk dijadikan kompleks militer.

Sejalan dengan perkembangan organisasi dilingkungan TNI AD maka pada tahun 1986 berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AD, Brigif 3 Linud Kopassus secara administrasi menjadi salah satu unsur tempur kostrad dengan sebutan Brigif Linud 3/Tri Budi Sakti yang unsur – unsurnya terdiri dari :

1) Madenma Brigif Linud 3/Tri Budi Sakti
2) Yonif Linud 431/Satria Setia Perkasa
3) Yonif Linud 432/Waspada Setia Jaya

Dengan telah berdirinya Brigif Linud 3 Kostrad, maka alih status dari Kopassus kepada Kostrad dilaksanakan dalam satu upacara militer pada tanggal 9 Desember 1986 dengan Irup Jenderal TNI Tri Sutrisno Kepala Staf TNI AD.
Selanjutnya tanggal 9 Desember ini secara resmi dijadikan tonggak sejarah kelahiran atau hari jadi kesatuan tempur Brigif Para Raider 3/TBS, sekaligus menjadi hari jadi Satuan Yonif Para Raider 432/WSJ.
Nomor pengenal unsur Batalyon 432 yang semuanya berkedudukan di Slawi Tegal. Pada tahun 1963 sesudah Batalyon tersebut kembali melaksanakan Operasi Trikora di Irian Jaya, sebagian personelnya diseleksi untuk dijadikan Personel inti Batalyon 2 R.P.K.A.D. Yang berkedudukan di Magelang, dan Batalyon 3 R.P.K.A.D. yang berkedudukan di Semarang.

Letak Geografis Kesatrian Yonif Para Raider 432/WSJ berada di lereng gunung Kariango, dan berhadapan dengan gunung Kabung.secara administratif komplek Militer Kariango masuk dalam wilayah Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi Kariango sebelum dibentuk Kesatrian Militer adalah daerah hutan rawa, dan batuan cadas, sehingga air di daerah Kariango kadar kapurnya agak tinggi, bahkan konon menurut cerita dari sesepuh di sekitar Komplek Militer Kariango, bahwa zaman dahulu Kariango adalah lautan.

Validasi Satuan Yonif Linud 432/WSJ menjadi Yonif Para Raider 432/WSJ, sesuai Perkasad Nomor 4 Tahun 2016 tentang penataan Satuan jajaran TNI AD.

UNSUR PIMPINAN YONIF PARA RAIDER 432/WSJ.

Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 432 Waspada Setia Jaya berturut – turut dibawah pimpinan :

1. Letkol Inf Syahrir NRP 24252 Danyon ke 1 mulai tahun 1986 s.d. 1987.

2. Letkol Inf Sarnubi HS. NRP 24172 Danyon ke 2 mulai tahun 1987 s.d. 1988.

3. Mayor Inf FX. Agus Ediono NRP 26571 Danyon ke 3 mulai tahun 1988 s.d 1989.

4. Mayor Inf Bambang Budi NRP 27916 Danyon ke 4 mulai tahun 1989 s.d 1992.

5. Letkol Inf Djoko Setijono NRP 27166 Danyon ke 5 mulai tahun 1992 s.d 1994.

6. Mayor Inf Murdjito NRP 29123 Danyon ke 6 mulai tahun 1994 s.d. 1996.

7. Letkol Inf Hidayat Saleh NRP 29512 Danyon ke 7 mulai tahun 1996 s.d. 1998.

8. Mayor Inf S. Widodo NRP 30483 Danyon ke 8 mulai tahun 1998 s.d. 1999.

9. Letkol Inf Eriet H.U. NRP 29993 Danyon ke 9 mulai tahun 1999 s.d. 2001.

10. Mayor Inf Rogan M. Napitupulu NRP 30589 Danyon ke 10 mulai tahun 2001 s.d. 2002.

11. Letkol Inf Gregorius Suharso NRP 32233 Danyon ke 11 mulai tahun 2002 s.d. 2004.

12. Letkol Inf Djauhari NRP 31600 Danyon Ke 12 mulai tahun 2004 s.d. 2006.

13. Letkol Inf Raymond Marojahan NRP 1900003230568 Danyon Ke 13 mulai tahun 2006 s.d. 2007.

14. Letkol Inf Joko Sudiono, M.A. NRP 32633 Danyon ke 14 mulai tahun 2007 s.d. 2008.

15. Letkol Inf Jannie Aldrin Siahaan NRP 1910027810869 Danyon ke 15 mulai tahun 2008 s.d. 2010.

16. Letkol Inf Tri Rana Subekti NRP 11940015311170 Danyon ke 16 mulai tahun 2010 s.d. 2011.

17. Letkol Inf Y.I. Bagus Suselo, S.Sos. NRP 11950048640674 Danyon ke 17 Mulai tahun 2011 s.d. 2013.

18. Letkol Inf Aji Mimbarno, S.A.P. NRP 11970037570875 Danyon ke 18 mulai tahun 2013 s.d. 2014.

19. Letkol Inf Budi Santosa, S.Sos. NRP 11980041080176 Danyon ke 19 mulai tahun 2014 s.d. 2015.

20. Letkol Inf Pujud Sudarmanto, S.Sos. NRP 11980051080177 Danyon ke 20 tahun 2015.

21. Mayor Inf Ahmad Daud NRP 11000034560778 Danyon ke 21 mulai tahun 2015 sampai dengan sekarang.

Di dalam kesehariannya, Yonif Para Raider 432 selain membina personel dalam rangka kesiapan melaksanakan operasi tempur, juga senantiasa melaksanakan pembinaan Beladiri dan menyiapkan serta mengasah kemampuan personelnya dibidang Olahraga, baik olahraga umum (Oraum) maupun olahraga Militer (Oramil). Terdapat 9 beladiri diantaranya, Karate, Merpati putih, Judo, Taekwondo, Tinju dan Beladiri terbaru yaitu Beladiri Harnis dan Yong Moodo.

Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/1222/XII/1986 tanggal 6 Desember 1986 telah ditetapkan Tunggul Yonif Linud 432 dengan nama ”

WASPADA SETIA JAYA “. Bentuk dan Arti/Makna Tunggul Yonif Para Raider 432/WSJ adalah sebagai berikut :
1. Bentuk Tunggul.
a) Tunggul Batalyon Infanteri Para Raider 432/WSJ dibuat dari bahan beludru hijau tua/hijau rumput berjumbai kuning emas dari benang sutera.
b) Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Pataka Kostrad
“DARMA PUTRA”.
c) Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan tunggul Yonif Para Raider 432/WSJ dengan susunan sebagai berikut :
1) Senjata Cakra bermata 8 secara lengkap dengan sirip di ujung tangkai Cakra.
2) Bintang segi lima di dalam Cakra.
3) Wing/sayap pada tangkai Cakra.
4) Genggaman lima jari ujung sayap pada tangkai Cakra.
5) Cakar Garuda pada tangkai Cakra.
6) Angka 432.
7) Pita dengan tulisan “WASPADA SETIA JAYA”.
2. Bentuk Mahkota/Tiang. Mahkota/Tiang Tunggul Yonif Para Raider 432/WSJ menggunakan Mahkota/Tiang sama dengan Mahkota/Tiang Pataka Kostrad “DARMA PUTRA”, yang terdiri dari :
a) Bintang bersudut lima.
b) Burung Raksasa dengan sayap melebar menggambarkan Garuda.
c) Bunga teratai mekar berdaun 17.
d) Lima lingkaran.
3. Arti dan Makna Tunggul Yonif Para Raider 432/WSJ.
a) Senjata Cakra adalah senjata yang sangat ampuh untuk menghadapi lawan dan digunakan untuk menghancurkan, diartikan bahwa prajurit Yonif Para Raider 432 Kostrad adalah prajurit andalan yang siap menghadapi dan menghancurkan lawan serta sanggup melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dan dilaksanakan dengan baik dan berhasil.

b) Mata senjata Cakra sebanyak 8 (delapan) buah menggambarkan 8 (delapan) penjuru angin dan 8 Wajib TNI, diartikan
bahwa prajurit Yonif Para Raider 432 Kostrad selalu waspada dan siap menghadapi ancaman dari segala penjuru serta dalam melaksanakan tugas selalu berpegang pada 8 Wajib TNI.

c) Bintang bersudut lima di dalam lingkaran Cakra, diartikan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia, setiap prajurit membela dan mempertahankannya dan juga sebagai lambang/simbol TNI AD yang terkandung lima kebulatan tekat dalam Sumpah Prajurit.

d) Wing/Sayap berjumlah 7 helai, diartikan bahwa prajurit Yonif Para Raider 432 Kostrad siap melaksanakan tugas-tugas Lintas Udara dan diterbangkan kesegenap penjuru tanah air secara cepat dan tepat dengan selalu berpedoman pada Sapta Marga.

e) Sirip pada ujung senjata Cakra dengan empat buah garis, diartikan bahwa prajurit Yonif Para Raider 432 Kostrad mempunyai keseimbangan sebagai prajurit pejuang dan prajurit propesional serta prajurit yang mampu melaksanakan fungsinya sebagi fungsi sosial dan fungsi Hankam dan sebagai prajurit yang berkemampuan tempur, intelijen, administrasi dan teritorial.

f) Genggaman lima jari di ujung sayap pada tangkai senjata Cakra, diartikan bahwa prajurit Yonif Para Raider 432 Kostrad selalu memegang teguh Sumpah Prajurit, bersifat tegas, teguh, setia pada tugas dan mengutamakan persatuan dan kesatuan di dalam setiap pelaksanaan tugas.

g) Tiga Cakar Garuda pada tangkai Cakra, diartikan bahwa prajurit Yonif Para Raider 432 Kostrad selalu menyadari kemampuan yang harus dimiliki sebagai seorang prajurit profesional, selalu terkendali oleh satuan atasan dan berpegang teguh pada Janji Prajurit Para.

h) Angka 432 diartikan Kesatuan Yonif Para Raider 432 Kostrad.

j) Tulisan : ” WASPADA SETIA JAYA ” diartikan :

1) WASPADA : memiliki kesiap siagaan yang tinggi agar tidak terdadak, penuh antisipasi ke depan, sehingga selalu siap melaksanakan tugas setiap saat dengan kesiapan jasmani dan
rohani yang selalu prima serta keyakinan akan kemampuan dan kemahiran yang dimiliki.
2) SETIA : memiliki loyalitas yang tinggi baik ke atas, ke samping maupun ke bawah serta memiliki sikap mental dan jiwa yang menjunjung tinggi kebenaran dan kehormatan.
3) JAYA : memiliki keharuman nama, penghargaan, penghormatan dan pengakuan dari keberhasilan dan kesuksesan setiap tugas yang diberikan kepadanya.
k). Tata Warna.
1) Merah Melambangkan keberanian.
2) Hitam melambangkan keteguhan, ketenangan.
3) Putih melambangkan kesucian, keikhlasan.
4) Kuning melambangkan kejayaan, kebijaksanaan.
5) Hijau melambangkan kedamaian, harapan.

4. Arti dan makna Mahkota/Tiang.
a) Bintang bersudut lima, diartikan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia, setiap prajurit membela dan mempertahankannya dan juga sebagi lambang/simbol TNI AD yang terkandung lima kebulatan tekad dalam Sumpah Prajurit.
b) Burung Raksasa dengan sayap melebar menggambarkan Garuda Yaksa, diartikan :
1) Kesaktian.
2) Sayap terbuka lebar melambangkan menuju kesempurnaan sesuai tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945.
3) Menggenggam senjata “CAKRA AGNI” sebagai kebulatan tekad yang menentukan selaku Bhayangkari Negara.
c) Bunga Teratai mekar berdaun 17, diartikan kemegahan dan kejayaan hari keramat 17 Agustus 1945.

d) Lima lingkaran, diartikan tiap sila dari pancasila sebagai landasan idiil dan spritual dari idiologi Negara dan bangsa.
Yonif Para Raider 432/WSJ dilengkapi unsur administrasi yang diorganisir dalam struktur organisasi terdiri dari Eselon Pimpinan, Eselon Pembantu Pimpinan, Eselon Pelayanan dan Eselon Pelaksana agar mampu melaksanakan tugas pertempuran secara berdiri sendiri maupun sebagai bagian dari satuan yang lebih besar.
Saat ini Yonif Para Raider 432 Waspada Setia Jaya beroperasi dibawah pimpinan Mayor Infanteri Ahmad Daud dengan dibantu Staf dan unsur Komandan Bawahan dalam melaksanakan Pembinaan kekuatan personel berdasarkan TOP ROI – 95 serta penggunaan kekuatan personel disusun secara efektif dan efesien untuk siap melaksanakan operasional ke daerah operasi.
Staf dan Komandan Kompi saat ini adalah sebagai berikut :
a. Danyon : Letnan Kolonel Inf Ahmad Daud
b. Wadanyon : Kapten Inf Alif Jibril Maulvi Hakim
c. Pasi-1/Intel : Lettu Inf Muhtafin Soleh, S.Pd.I
d. Pasi-2/Operasi : Lettu Inf Andito Sabhara, S.S.T. Han, S.IP.
e. Pasi-3/Personel : Lettu Inf Muh Sulthan Yusuf, S. IP
f. Pasi-4/Logistik : Lettu Inf Fajar Fitrianto, S. S. T. Han
g. Dokter : Letda Ckm dr. Aldian Arie Pratama
h. Pabintal : Kapten Inf Maskur Riyadi
j. Dankima : Lettu Inf Masdar
k. Dankipan-A : Kapten Inf Anwarsyah Siregar.
l. Dankipan-B : Kapten Inf Fajar Eko Yudho L S.Sos.
m. Dankipan-C : Kapten Inf Nurcahyono.
n. Dankibant : Kapten Inf Aditya Prakoso, S.Sos.
o. Keprimkopad : Lettu Inf Juri, S.H.

Dalam kesehariannya sebagai satuan Para Raider, Yonif Para Raider 432/WSJ senantiasa memelihara kemampuan perorangan untuk memperoleh suatu daya Tempur Satuan yang diharapkan guna mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan Yaitu melaksanakan pertempuran darat jarak dekat dengan mencari,

mendekati, menghancurkan dan menawan musuh serta merebut, menguasai, dan atau mempertahankan medan, baik berdiri sendiri maupun dalan hubungan satuan
yang lebih besar, baik melalui darat maupun dari udara sesuai kualifikasi PARA dan RAIDER untuk melaksanakan Operasi Linud dengan cara diterjunkan atau didaratkan dengan menggunakan pesawat udara. Selain itu juga untuk menambah profesionalisme Prajurit dari Satuan mengusulkan Personelnya, baik Perwira, Bintara maupun Tamtama untuk menempuh pendidikan Pengembangan Spesialisasi di Lembaga Pendidikan dan Satuan Pendidikan terkait, dan secara berkala mengusulkan personelnya yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi pendidikan alih golongan yaitu Secapa Reg dan Secaba Reg tiap tahunnya.

Untuk menanamkam kebanggaan dan kecintaan kepada Satuan, maka setiap anggota atau prajurit yang baru masuk satuan Kostrad diadakan tradisi, yaitu Pembaretan bagi prajurit yang baru masuk, guna lebih menanamkan jiwa korsa (Esprit de Corps) , Soliditas dan semangat pengabdian, juga diharapkan dapat memberikan rasa memiliki dan bangga sebagai Prajurit Kostrad khususnya bangga terhadap Satuan Yonif Para Raider 432/Waspada Setia Jaya, jiwa korsa adalah merupakan salah satu kunci yang menunjang prajurit, dalam melaksanakan Tugas
Pokok/Penugasan. Tradisi lain yang di laksanakan di Yonif Para Raider 432 antara lain :
1. Tradisi Upacara masuk dan pindah satuan.
2. Tardisi Upacara pemberangkatan dan pengembalian dari daerah tugas.
3. Tradisi Uapacara pemberian penghargaan bagi prajurit yang berprestasi.

RIWAYAT PENUGASAN YONIF PARA RAIDER 432.

Dalam usianya yang memsuki 29 tahun, Batalyon Infanteri Para Raider 432/WSJ telah banyak berkiprah dan mengukir prestasi dijajaran Kostrad maupun dijajaran TNI-AD.
Adapun riwayat penugasan Yonif Para Raider 432/WSJ adalah sebagai berikut :

a. Satgas Halilintar Yonif Linud 432/WSJ di daerah Timor Timur pada bulan Februari 1988 s.d. Mei 1989.
b. Satgas Kresna Yonif Linud 432/WSJ di daerah Timor Timur pada bulan Februari 1989 s.d. Januari 1990.
c. Satgas Yonif Linud 432/WSJ di daerah Timor Timur pada bulan Desember 1991 s.d. Maret 1993.
d. Satgas Yonif Linud 432/WSJ di daerah Irian Jaya pada bulan Oktober 1995 s.d. Desember 1996.
e. Satgas Rajawali-IV Yonif Linud 432/WSJ di daerah Timor Timur pada bulan Agustus 1998 s.d. bulan Juni 1999.
f. Satgas Pengamanan Jajak Pendapat Yonif Linud 432/WSJ di daerah Timor Timur pada bulan September 1999.
g. Satgas Pamtas NTT-Timtim Yonif Linud 432/WSJ di daerah Atambua-NTT pada bulan Oktober 1999 s.d. Juni 2000.
h. Satgas Koden Yonif Linud 432/WSJ di daerah Aceh pada bulan April 2001 s.d. April 2002.
j. Satgas Kompi Rajawali I Yonif Linud 432/WSJ di daerah Aceh pada bulan Mei 2001 s.d. April 2002.
k. Satgas Kompi Rajawali II Yonif Linud 432/WSJ di daerah Aceh pada bulan April 2002 s.d. April 2003.
l. Satgas Koden dan Kompi Rajawali III Yonif Linud 432/WSJ di daerah Aceh pada bulan Oktober 2002 s.d. Januari 2004.
m. Satgas Pamtas Papua Yonif Linud 432/WSJ di daerah Papua ( Irian ) pada bulan September 2004 s.d. Desember 2005.
n. Satgas Kompi Mekanik KONGA XXIII-B/UNIFIL Yonif Linud 432/WSJ yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon pada bulan Nopember 2007 s.d. Desember 2008.
o. Satgas Waspada Intelstrat Bais TNI 2009 di daerah Papua Barat yang diwakili oleh Kapten Inf Yudi Rombe, ST. NRP 11000009160173 Dankipan-B Yonif Linud 432/3/1 Kostrad pada tahun 2008 s.d. 2009.
p. Satgas Bais Leuser 6 di daerah Aceh yang diwakili oleh Kapten Inf Ronald, S.Sos. NRP 11040017791080 Pasi-1/Intel Yonif Linud 432/3/1 Kostrad pada Tahun 2011 s.d. 2012.
12
q. Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Linud 432/WSJ di Daerah Papua (Merauke) pada bulan Agustus 2013 s.d. Maret 2014.
r. Latgab Exercise Garuda Sakti-III tahun 2015 di India.
s. Satgas RI-PNG Yonif Para Raider 432/WSJ di Daerah (Jayapura) pada bulan April 2016 s.d Maret 2018.

Didalam pelaksanaan sekian banyak tugas operasi yang telah di alami oleh Satuan Yonif Para Raider 432/WSJ, telah gugur seorang Prajurit terbaik Yonif Para Raider 432/WSJ sebagai kusuma Bangsa yaitu Kopda Anumerta M. Hisam yang meninggal pada tanggal 27 Agustus 1988 di Faturberliu pada saat melaksanakan tugas operasi penumpasan GPK di Timor-Timur, yang tergabung dalam satgas Halilintar.
Sedangkan prestasi yang telah diukir oleh Personel Yonif Para Raider 432/WSJ adalah sebagai berikut :

1. Tri Lomba Juang tingkat Nasional IV yang dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 15 Agustus 1995 di Jakarta yang di ikuti oleh Praka Alimin.
2. Juara I Lari 4X400 M dalam rangka HUT ke-33 Kostrad di Jakarta pada tahun 1995 yang di raih oleh Pratu Maswara Lussy.
3. Juara II Lari 800 M di Makassar pada tahun 1995 yang di raih oleh Pratu Abd. Rahman.
4. Juara I Lari 1500 M dalam rangka HUT Kodam VII/Wrb pada tahun 1997 yang diraih oleh Pratu Abd. Rahman.
5. Juara III Pertandingan Judo Piala Pangab di Jakarta pada tahun 1998 yang di raih oleh Pratu La Ode Ludin.
6. Juara II Pencak Silat Se-Sulawesi Selatan pada tahun 2006 yang diraih oleh Praka Dodi Andri K.
7. Juara I Tinju Sarung Emas di Makassar yang diraih oleh Praka Jalaluddin Kelian.
8. a. Pada kejuaraan STIE Cup 2007 Personel yang meraih Medali sebagai berikut :
1) Pratu Robert Lindo meraih medali Emas dalam kecabangan bela diri Karate (Kata).

2) Pratu Rein Sardo Tombokan meraih medali Perak dalam kecabangan bela diri Karate (Kumite).
3) Pratu Sujono Due meraih medali Perunggu dalam kecabangan bela diri Karate (Kumite).
4) Pratu Irwan Muhammad meraih medali Perunggu dalam kecabangan bela diri Karate (Kumite).
5) Prada Dedi Wahyudin meraih medali Perunggu dalam kecabangan bela diri Karate (Kumite).
6) Prada Saeri meraih medali Perunggu dalam kecabangan bela diri Karate (Kumite).
7) Prada Petrus meraih medali Perak dalam kecabangan bela diri Karate (Kumite).
8) Prada Dalman Mokoginta meraih medali Perunggu dalam kecabangan bela diri Taekwondo (Kumite).
b. Pada Kejurda Inkai Sulsel Tahun 2007 Personel yang meraih medali sebagai berikut :
1) Pratu Robert Lindo meraih medali Emas dalam kecabangan Kata.
2) Pratu Rein Sardo Tombokan meraih medali Emas dan Perak dalam kecabangan Kumite.
3) Pratu Sujono Due meraih medali Perunggu sebanyak 2 kali dalam kecabangan Kumite.
4) Pratu irwan Muhammad meraih medali Perunggu dalam kecabangan Kumite.
5) Prada Dedi Wahyudin meraih medali Perak sebanyak 2 kali dan Perunggu dalam kecabangan Kumite.
6) Prada Saeri meraih medali Perunggu dalam kecabangan Kumite.
c. Pada Pekan Olah Raga Kostrad Personel yang mengukir prestasi sebagai berikut :
1) Serda Maswara Lussy meraih medali Emas dalam kecabangan Atletik lari estafet 4X400 meter.
2) Serda Abd. Rahman meraih medali Emas dalam kecabangan Atletik lari 800 meter.
3) Prada Bustan meraih medali Emas sebanyak 2 kali dalam kecabangan lari 400 meter dan lari estafet 4X 400 meter.
4) Prada Syarifuddin meraih medali Emas dalam kecabangan Atletik lari 5000 meter.
5) Sertu Mursalim meraih medali Perak dalam kecabangan renang gaya Dada 100 meter.
6) Prada Pransiska meraih medali Emas dalam kecabangan renang gaya Dada 50 meter.
7) Pratu Thamrin meraih medali Perunggu dalam kecabangan renang gaya Dada 400 meter.
8) Kopda Yoktar Wadudi meraih medali Perunggu dalam kecabangan renang gaya Dada 400 meter.
9) Serda Suhaji Datuk Mabali meraih medali Emas dalam kecabangan bela diri Karate.
d. Pada Porad Tahun 2007 Personel yang meraih Prestasi adalah sebagai berikut :
1) Sertu Mursalim meraih medali 3 medali (1 Emas, 2 Perunggu ) dalam kecabangan Renang gaya bebas, estafet 4X50 meter, 50 meter gaya bebas.
2) Pratu Pransiska meraih medali 2 medali (1 emas dan 1 Perunggu) dalam kecabangan renang 100 meter gaya bebas dan estafet 4X50 gaya bebas.
3) Pratu Thamrin meraih medali emas dalam kecabangan renang estafet 4X50 meter.
4) Serda Maswara Lussy meraih medali emas dalam kecabangan Atletik lari estafet 4X400 meter.
5) Prada Bustan meraih medali emas dalam kecabangan Atletik lari estafet 4X400 meter.
e. Pada Porda Tahun 2010 Personel yang merahi prestasi adalah sebagai berikut :
1) Serda Asribi meraih medali emas (Team) dalam kecabangan menembak.
2) Kopda Arfa meraih medali emas (Team) dalam kecabangan menembak.

3) Pratu Raulman meraih medali emas dalam kecabangan Atletik.
4) Pratu Dedi Wahyudin meraih medali perak dalam kecabangan karate.
5) Pratu La Sumi meraih medali perunggu dalam kecabangan karate.
6) Prada Marthen Heriawan meraih medali emas dalam kecabangan Atletik.
7) Prada Sulaeman meraih dua medali emas dalam kecabangan Judo.
8) Prada Muh Natsir meraih medali perunggu dalam kecabangan Judo,
9) Prada Roland Christian meraih medali perak dalam kecabangan Judo.
10) Pratu Rifoni Paputungan meraih medali emas dalam kecabangan Yong Moodo.
11) Pratu Daniel Marongko meraih medali emas dalam kecabangan Yong Moodo.

f. Pada Piala Kasad Tahun 2010 yang mengukir prestasi adalah sebagai
berikut :
1) Serda Mislan Syarif meraih medali perak dalam kecabangan sepak bola piala kasad di Cilodong.
2) Praka Aliansyah meraih medali perak dalam kecabangan sepak bola piala kasad di Cilodong.
3) Pratu Iskandar Galela meraih medali perak dalam kecabangan sepak bola piala kasad di Cilodong.
4) Pratu Ferdiansa Toda’a meraih medali perak dalam kecabangan sepak bola piala kasad di Cilodong.
5) Pratu Safiudin meraih medali perak dalam kecabangan sepak bola piala kasad di Cilodong.

g. Pada HUT Infanteri yang ke 65 Tahun 2010 Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya meraih juara II oleh Letnan Dua Infanteri Andy Setiawan.

h. Pada Piala Porda tahun 2011 yang mengukir prestasi adalah sebagai berikut :
1). Praka Doni Awalinda meraih medali emas dalam kecabangan Komite beregu.
2). Praka Dedi Wahyudi meraih medali emas dalam kecabangan komite perorangan kelas 55 Kg.
3). Pratu Kadir meraih medali perak dalam kecabangan komite beregu kelas 80 Kg.
4). Pratu Burhan meraih medali perak dalam kecabangan komite perorangan kelas 75 Kg.
5). Pratu Budi Ermansyah meraih medali perak dalam kecabangan komite perorangan.
6). Praka Agus Salim meraih medali emas dalam kecabangan komite beregu kelas 60 Kg.

i. Pada Kejuaraan Internasional di Korea Selatan yang mengukir prestasi adalah sebagai berikut :
1). Pratu Irwan B. Meraih medali perak Young Moodo Internasional pada tahun 2011.
2). Pratu Sulaeman meraih medali emas Young Moodo Internasional pada tahun 2012.

j. Pada pertandingan Ton Tangkas Tingkat Divisi 1 Kostrad Tahun 2016 meraih Juara 2.

Tunggul Yonif Para Raider 432/WSJ merupakan kebanggaan prajurit Yonif Para Raider 432/WSJ, yang memiliki sifat, sikap dan jiwa luhur yang didukung oleh kemampuan olah keprajuritan yang tinggi, jasmani rohani yang kuat serta kesehatan yang prima, percaya kepada diri sendiri dan selalu siap sedia dengan loyalitas yang tinggi terhadap tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya sesuai fungsi baik di bidang sosial maupun di bidang pertahanan dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Bagi Tentara Nasional Indonesia yang terpenting adalah menjalankan amanat Rakyat sesuai dengan Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan Negara dan Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, inilah landasan Payung dan Koridor Hukum TNI dalam melaksanakan Reformasi Internal yang paling mendasar dalam rangka mewujudkan, “ Postur TNI yang Solid, Tangguh, Mederen, Berwawasan Kebangsaaan, Mencintai dan dicintai oleh Rakyat”.

TNI adalah dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat.

Brigif Para Raider 3 © 2018 all rights reserved