Yonif Para Raider 433

SEJARAH SINGKAT
BATALYON INFANTERI PARA RAIDER 433
JULU SIRI

PEMBENTUKAN PERIODE I. ( YONIF 724/JULU SIRI)

1.      Satuan ini pertama kali terbentuk pada tahun 1958 yang dikenal dengan nama K ROI I kemudian Pada tahun 1959 dilebur menjadi Yonif 407/Bambapuang ROI II. Pada tahun 1962 diubah lagi menjadi Yonif 007 ROI II kemudian pada tahun 1964 diubah menjadi Yonif 014/Samparajae diresmikan oleh Pangdam XIV/Hasanuddin pada 03 April 1964, dengan Surat Keputusan Nomor Skep/028/4/1964, sebagai realisasi dari Skep Menhankam/Pangap Nomor Kep/0648/4/1963, tanggal 4 April 1963. selanjutnya dilebur menjadi Yonif 724/Julu Siri, pada tanggal 4 April 1966 saat itu berada di bawah kendali Brigif-11/Anoa. Satuan ini diawal berdiri terdiri dari kompi-kompi yang terpisah-pisah daerah kedudukannya. Induk dari satuan ini bertempat di Komando Lama Ds. Paratinggia Kec. Simbang Kab. Maros. Yonif 724/Julu Siri dipimpin pertama kali oleh Danyonif Pertama Kapten Inf FB. Harahap.

2.      Sejak awal tahun 1984 pembinaan organisasi mengalami banyak perubahan kebijaksanaan yang mana perubahan ini disebabkan kepentingan yang berubah. Yonif 724/Julu siri yang berstatus sebagai satuan tingkat pemeliharaan maka Yonif 724Julu Siri disiapkan sebagai Batalyon Training dan menyiapkan cadangan personel untuk melengkapi Batalyon Mantap, sehingga banyak personel Perwira yang dialih tugaskan di satuan Yonif 725, Yonif 721 dan sebagai pelatih diKodiklat Kodam XIV/Hsn sehingga secara organisasi  komposisi personel tidak seimbang. Dengan situasi seperti ini komando atas menyusun organisasi 3 Kompi Senapan yang diharapkan selalu siap digerakan dan 1 Kompi Bantuan sebagai mercusuar Batalyon yang terdiri dari personel yang mempunyai kemampuan olahraga umum dan militer sebagai kompensasi kurangnya unsur pimpinan.

3.    Pada Bulan Agustus 1984 Yonif 724/Julu Siri mendapat perintah persiapan tugas kedaaerah operasi Timor-Timur sehingga kepentingan berubah yang mana berpengaruh terhadap penyusunan organisasi dari yonif TOP ROI-73 menjadi Yonif TOP ROI-83 dengan komposisi 1 Kima, 4 Kipan dan 1 Ton Pemburu dengan mengadakan pemisahan terhadap personel. Dengan demikian Yonif 724/Julu Siri yang semula dibawah Komando Brigif 11/Anoa dialih statuskan pengorganikannya dibawah Komando Korem 141/ Todopoli.

4.   Hanya sekitar tiga tahun Yonif 724/Julu Siri berada dibawah Komando Korem 141/Toddopuli. Sebelum satuan diserah terimakan Kasad  dari Pangdam VII/Wirabuana kepada Pangkostrad.

5.  Sejak tahun 1964 awal terbentuknya satuan ini, Pengabdian Yonif 724 /Julu Siri dalam Operasi Mengatasi Sparatis dan pemberontak Bersenjata serta melaksanakan tugas pemulihan keamanan dalam pelaksanakan penumpasan DI/TII Pimpinan Kahar Muzakar dan penumpasan Permesta pimpinan Letkol H.V Samuel.

6.     Satuan ini telah mengalami pergantian tongak Pimpinan Komandan Yonif 433/Julu Siri dari Masa ke Masa sebagai Komandan ke XX dijabat oleh Mayor Inf Hadi Sutanto dan diserah terimakan kepada Mayor Inf Masa Sitepu, sebelum satuan ini beralihstatus Menjadi Yonif Linud 433/Julu Siri.

PEMBENTUKAN PERIODE II. (YONIF LINUD 433/JULU SIRI)

1.   Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/512/XI/1988 tanggal 14 Nopember 1988. Dalam rangka meningkatkan pembinaan satuan tempur,  maka Korem Yonif 724/Julu Siri mengalami perubahan organisasi. Pada tanggal 22 Nopember 1988, Yonif 724/Julu Siri diserah terimakan Kasad  dari Pangdam VII/Wirabuana kepada Pangkostrad sehingga Yonif 724/Julusiri  yang Organik Administratif Kodam VII/Wirabuana dialihstatuskan menjadi Yonif Linud 433/3/1 Kostrad dibawah Komando Brigif Linud 3/TMS Kostrad. Satuan ini pertama kali dipimpin oleh Danyonif Linud I Mayor Inf Masa Sitepu. Yonif Linud 433/Julu Siri berpindah kedudukan dari Komando Lama Ds. Paratinggia Kec. Simbang Kab. Maros. ke Desa Sambueja Kec. Simbang Kab. Maros dan satuan ini telah bergabung menjadi satu untuk kompi-kompinya dengan Mayonif, berjarak sekitar 28 Km dari Markas Brigif Linud 3/TMS di Kariango.

2.    Pada tanggal 4 April 1966 merupakan peleburan Yonif 014/Samparajae menjadi Yonif 724/Julu Siri dan pada tanggal 22 November 1988 alihstatus Yonif 724/Julu Siri menjadi Yonif Linud 433/Julu Siri. Dari kedua peristiwa tersebut merupakan Cikal bakal lahirnya Yonif Linud 433/JS, pada tanggal 04 April 1988ditetapkan sebagai hari jadinya Yonif Linud 433/Julu Siri dengan Tunggulnya yang bertuliskan Julu Siri yang setiap tahunnya diperingati oleh seluruh warga Julu Siri.

3.    Pada tanggal 15 Desember 2015 dalam rangka realisasi penataan organisasi satuan jajaran TNI AD Yonif Linud 433/Julu Siri, mengalami perubahan Validasi Organisasi dan Tugas dari Yonif TOP ROI-73 menjadi Yonif TOP ROI-95 sesuai Keputusan Kasad Nomor Kep/6/XII/1995 tanggal 15 Desember 1995 tentang Organisasi dan Tugas Batalyon Infanteri ROI 95 (Orgas Yonif ROI 95)

4.    Tanggal 19 April 2011 Seiring dengan perubahan Orgas TOP ROI 2009 tersebut maka Yonif Linud 433/Julu Siri perlu untuk melaksanakan penyesuaian Orgas yang semula menggunakan TOP ROI 95 menjadi TOP ROI 2009 (sesuai Peraturan Kasad Nomor Perkasad/14/IV/2011 tanggal 19 April 2011 tentang orgas Yonif TOP ROI 2009)

5.   Pada tanggal 20 Oktober 2010 berdasarkan Surat Telegram Panglima Divisi 1 Kostrad Nomor : ST/1397/2010 tanggal 20 Oktober 2010 tentang mendislokasi 1 Ki – B Yonif Linud 433/JS Kostrad ke pangkalan baru di Desa Kariango Kec. Tanralili Kab. Maros.

6.   Satuan Yonif Linud 433/Julu Siri merupakan Pasukan Lintas Udara yang dimiliki TNI-AD dimana prajuritnya memiliki kemampuan-kemampuan khusus dibanding prajurit lainnya. Untuk memelihara kemampuan khusus tersebut satuan Yonif Linud 433/Julu Siri, harus mempunyai kualifikasi Linud yang harus ditempuh Latihan terpusat bidang Linud dilaksanakan Pusdik Passus diantaranya :

a.       Diksar Para, merupakan latihan dasar terjun payung dilingkungan Angkatan Darat.

b.     Terjun bebas militer (Free Fall). Latihan ini hampir sama dengan terjun bebas yang dilakukan oleh orang sipil hanya para prajurit Kostrad membawa perlengkapan tempur.

c.       Jump Master, merupakan latihan lanjutan para guna menyiapkan dan menjadikan pelatih untuk para dasar.

d.       Pandu Udara, latihan yang sering dilaksanakan oleh prajurit   Yonif Linud 433/JS  untuk mendukung tugas di daerah operasi.

7.    Satuan ini telah mengalami pergantian tongak Pimpinan Komandan Yonif Linud 433/Julu Siri dari Masa ke Masa sebagai Komandan ke XVII dijabat oleh Letkol Inf Syamsul Alam, S.E, sampai satuan ini berganti nama menjadi Yonif Para Raider 433/Julu Siri.

 

PEMBENTUKAN PERIODE III. (YONIF PARA RAIDER 433/JULU SIRI)

1.    Pada tanggal 14 Mei 2016, secara resmi Panglima Divisi Infanteri 2/KostradMayor Jenderal TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. membuka Latihan Pembentukan Para Raider bagi Yonif Linud 433/Julu Siri. yang di laksanakan di Lapangan Sidodadi, Kabupaten MalangJawa Timur. Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan satuan dan membentuk prajurit Raider yang profesional, handal dan tangguh. Sehingga Yonif Linud 433/Julu Siri diharapkan akan memiliki kualifikasi Raider, yakni satuan dengan prajurit yang memiliki kemampuan handal dan mampu bergerak di segala bentuk medan dan cuaca dengan mengutamakan unsur pendadakan melalui operasi Raid. Kualifikasi kemampuan yang ingin dicapai yaitu, pertama : mampu sebagai pasukan penanggulangan teror dan pertempuran jarak dekat, kedua : mampu sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan ketiga : mampu untuk melakukan perang berlarut (Gerilya)”.

2.     Dalam latihan di Sidodadi, para pelaku latihan akan melalui 3 (tiga) tahap, yaitu :

Tahap Basis di Sidodadi, NgantangKabupaten Malang;

Tahap Gunung Hutan di Gunung Taji, JabungKabupaten Malang; dan

Tahap Rawa Laut di Pulau SempuSumbermanjingKabupaten Malang.

3.    Pada tanggal 15 Desember 2016 berdasarkan Surat Perintah Kasad Nomor Sprin/4046/XII/2016 tentang perintah untuk melaksanakan penyesuaian terhadap Organisasi dan Tugas satuan jajaran TNI AD diantaranya Organisasi dan Tugas Batalyon Infanteri Para Raider, yang tertuang dalam Peraturan Kasad Nomor 55 Tahun 2016.

4.   Berdasarkan Surat Perintah Pangkostrad Nomor : Sprin/342/III/2017 tanggal 13 Maret 2017 tentang perintah melaksanakan penyesuaian terhadap organisasi dan dan tugas satuan jajaran Kostrad, maka Batalyon Infanteri Lintas Udara 433/3/1 Kostrad berganti nama menjadi Batayon Infanteri Para Raider 433/3/1 Kostrad.

5.   Pada tanggal 17 Mei 2018 dilaksanakan Upacara Alih Komando dan Pengendalian Brigif Para Raider 3 Kostrad dari Divisi Infanteri 1 Kostrad kepada Divisi Infanteri 3 Kostrad dipimpin langsung oleh Panglima Kostrad Letjen TNI Agus Kriswanto. Alih Kodal Brigif Para Raider 3 Kostrad Divisi Infanteri 1 Kostrad ini merupakan bagian kesiapsiagaan Kostrad untuk memperluas kekuatan di jajaran satuan Kostrad. Maka dengan Alih Kodal Brigif Para Raider 3 Kostrad dialihkan dari Divisi Infanteri 1 Kostrad kepada Divisi Infanteri 3 Kostrad, sehinga jajaran Brigif Para Raider 3/TBS secara resmi di Bawah Komando Divisi Infanteri 3/Darpa Chakti Yudha termasuk Batalyon Infanteri Para Raider 433/Julu Siri.

6. Satuan Yonif Para Raider 433/JS ini pertama kali dipimpin oleh Danyonif Para Raider I Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. Dalam pengabdiannya kepada negara dan bangsa prajurit Yonif Para Raider 433/JS tidak mengenal pamrih bahkan mereka rela mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang senantiasa siap sedia memenuhi panggilan Negara dan Bangsa untuk memberikan Dharma Bhaktinya sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian yang tergabung sebagai Satuan Main Body Satgas Yonkomposit TNI Kontingen Garuda XXXV-C UNANID/Darfur yang telah berhasil menorehkan prestasi dalam menjaga perdamaian dan Mengharumkan Nama Bangsa Indonesia dimata Dunia.

ARTI DAN MAKNA LAMBANG YONIF 433/JULU SIRI  

Keterangan :

1.  Tulisan Angka 433 : Angka 433 merupakan angka Nomor Satuan Kostrad Yonif Para Raider 433/Julu Siri

2.  Bintang Kuning bersudut Lima :  Lambang ketinggian cita-cita (tanda khusus AD)

3.  Senjata Cakra bersayap : Merupakan lambang senjata pamungkas para raja yang selalu siap menghancurkan segala kejahatan dimanapun berada, baik darat maupun udara. Senjata Cakra bersayap ini melambangkan sifat Patriotisme prajurit dalam membela negara yang dibebankan kepadanya.

4.  Tulisan Motto JULU SIRI :   Malu bersama/ tanggung jawab bersama, dalam arti    luas, bahwa tanggung jawab Negara adalah Tanggung jawab kami sebagai Alat Negara, Pembela Pancasila dan mempertahankan Negara dari segala tantangan.

5.  Warna Merah :   Berani untuk membela kebenaran.

6.  Warna Putih :   Suci, menjunjung tinggi kebenaran , ketulusan, kejujuran dan kemurnian dalam melaks tugas

7.   Warna kuning Emas : Agung, memiliki kepribadianyang tinggi dan mulia.

8.   Warna Hitam :   Tegar/ kokoh dalam menghadapi segala tantangan.

 

PENGABDIAN

A.   KARYA JUANG

Tugas Pokok Yonif Para Raider 433/Julu Siri, yaitu menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah darat yang pelaksanaannya diarahkan kepada tercapainya kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF).  Memperhatikan tugas pokok Yonif Para Raider 433/Julu Siri sebagaimana diuraikan diatas serta kecenderungan perkembangan lingkungan strategis maka perlu dijabarkan kedalam tugas-tugas Yonif Para Raider 433/Julu Siri Kostrad sebagai berikut :

1.      Dalam rangka melaksanakan tugas-tugas di bidang pertahanan dalam Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan operasi Militer Selain Perang (OMSP).

a.   Memelihara dan meningkatkan kemampuan Intelijen dan kemampuan pembinaan teritorial untuk melaksanakan deteksi dan peringatan dini terhadap perkembangan situasi dalam rangka mendukung pemberdayaan wilayah pertahanan.

b.   Menyiapkan dan memelihara kemampuan kesiapan operasional satuan Yonif 433/3/3 Kostrad yang profesional dengan cara meningkatkan kemantapan satuan, menata organisasi dan mengembangkan gelar satuan untuk menangkal segala bentuk ancaman.

c.   Menyiapkan satuan dalam rangka tugas perbantuan kepada Polri atas permintaan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

d.  Menyiapkan dan menyiagakan satuan dalam rangka tugas membantu pemerintah menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan serta pencarian pertolongan dalam kecelakaan (Search and Rescue).

 e.  Membantu tugas pemerintah di daerah melalui program karya bhakti TNI.

2    Dalam rangka melaksanakan pembangunan dan pembinaan kekuatan Yonif Para Raider 433/Julu Siri  Kostrad.

a.   Pembangunan kekuatan Yonif Para Raider 433/Julu Siri diarahkan agar dapat melaksanakan tugas pokoknya yaitu menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah darat yang pelaksanaannya diarahkan kepada tercapainya kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF).

b.   Menyiapkan dan memelihara kemampuan operasional Yonif Para Raider 433/Julu Siri yang profesional dengan cara meningkatkan kemantapan satuan, menata organisasi dan mengembangkan gelar satuan untuk menangkal segala bentuk ancaman.

c.  Melaksanakan pembinaan masyarakat melalui kegiatan Kepramukaan, penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air pada kegiatan karya bhakti, pekan bhakti maupun kegiatan Binter lainnya guna terwujudnya komponen cadangan dan pendukung.

3.     Dalam rangka meningkatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Menyiapkan personel dan satuan dalam rangka membantu tugas Bhakti TNI.

4.     Dalam rangka melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

a.  Menyiapkan satuan dalam rangka membantu pemerintah dalam mengatasi gangguan keamanan setelah diberlakukannya keadaan darurat sipil dan keadaan darurat militer sesuai petunjuk dari Komando Atas.

b.  Melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial secara terbatas guna mendukung tugas pokok satuan serta tugas Binter oleh Satkowil setempat.

c.   Memberikan bantuan dalam rangka mendukung tugas pemerintah di daerah.

d.  Membantu Polri dalam rangka tugas keamanan atas permintaan yang diatur dalam undang-undang.

B.          TUGAS OPERASI PENGAMANAN

1.     Pada tahun 1964 s.d. 1976, Yonif 724/Julu Siri melaksanakan Operasi penumpasan pengacau pimpinan Andi Selle Matola Cs. dan penumpasan DI/TII pimpinan Andi Mappe Nurdin Pisso Cs di daerah Pinrang, Sidrap, Wajo dan Soppeng dan pembersihan sisa sisa DI/TII yang masih bertahan di hutan-hutan dipimpin oleh Kapten Inf Sanusi.

2.    Pada tahun 1970, Yonif 724/Julu Siri melaksanakan Operasi di Irian Jaya  yang tergabung dalam Satgas III Hasanuddin dipimpin oleh Mayor Inf Mokhtar Jaya.

3.  Pada tahun 1971, Yonif 724/Julu Siri melaksanakan Operasi penumpasan DI/TII di daerah   Duri Kabupaten Enrekang  dipimpin oleh Kapten Inf Ibrahim Tulle.

4. Pada tahun 1973 d. 1975, Yonif 724/Julu Siri melaksanakan tugas pengamanan Tapol TEEFAAT di Pulau Buru yang tergabung dalam Satgas VI Kodam XIV Hasanuddin.

5. Pada tahun 1979 s.d. 1980 Yonif 724/Julu Siri melaksanakan Operasi Teritorial di Irian Jaya  dibawah pimpinan Mayor Inf Sudjito.

6. Pada tahun 1982  Yonif 724/Julu Siri melaksanakan tugas pengamanan tidak langsung Pemilu di daerah Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Sidrap, Enrekang dan Kodya Ujung Pandang dalam Operasi  Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas Keamanan dan Ketertiban dibawah pimpinan Letkol Inf Firdaus Amirullah

7. Pada tahun 1985 s.d. 1988, Yonif 724/Julu Siri melaksanakan Operasi pemulihan keamanan dan ketertiban di Irian Jaya dibawah pimpinan Mayor  Inf Suharto.

8. Pada tahun 1997, Yonif Linud 433/Julu Siri melaksanakan pengamanan Pemilu tak langsung di Irian Jaya. dibawah pimpinan Mayor Inf Djoko Subandrio.

9. Pada tahun 1999 d. 2000, Yonif Linud 433/Julu Siri melaksanakan Operasi Satgas Teritorial di Irian Jaya dibawah pimpinan Mayor Inf Saharuddin.

10. Pada tahun 2000 d. 2001, Yonif Linud 433/Julu Siri merupakan salah satu satuan yang bertugas melaksanakan pengamanan perbatasan Irian Jaya berada di sektor Utara dan dibawah Komando Pelaksana Operasi Pengamanan perbatasan (Korem 172/PWY) melaksanakan tugas pokok mengamankan perbatasan RI-PNG, mencegah penyusupan/infiltrasi penyelundupan, memantau kegiatan pelintas batas, menjaga dan memelihara stabilitas keamanan, kedaulatan NKRI serta melindungi/ memberikan rasa aman kepada masyarakat/pemukiman penduduk untuk mencegah/meredam dan menghilangkan pengaruh kelompok separatis sesuai dengan PO Cendrawasih Wira Yakthi 02 Rem 172/PWY Tahun 2001 yang menitikberatkan pada operasi Tempur dibantu Operasi Intelijen dan Operasi Teritorial. Berdasarkan Surat Perintah Danbrigif Linud 3/TMS Nomor Sprin/234/XI/2000 tanggal 15 November 2000 tentang perintah untuk melaksanakan penugasan Operasi didaerah Rawan Irian Jaya dipimpin oleh Mayor Inf AM. Putranto, S.Sos dengan kekuatan 650 orang.

10. Satgas Yonif Linud 433/Julu Siri yang melaksanakan tugas ±9 bulan didaerah operasi  melaksanakan Operasi Pengamanan perbatasan RI – PNG. berhasil mendapatkan 11 CUK Senjata (6 CUK SS1, 1 Cuk M 16 A1/GLM, 2 CUK Carabine, 2 CUK Mouser) dan 19 TPN/OPN menyerahkan diri ke NKRI.

11.  Pada tahun 2009 s.d. 2010, Yonif Linud 433/JS adalah salah satu satuan di Divisi Infanteri 1 Kostrad yang di BKO-kan kepada Kodam XVII/CEN dalam rangka melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG yang berada di Kab. Boven Digoel meliputi Distrik Mindiptana, Waropko, Assiki, Kombut, Mandobo dan Jair untuk memelihara stabilitas keamanan wilayah dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Korem 174/ATW. Berdasarkan Surat Perintah Pangkostrad Sprin/1050/X/2009 tanggal 7 Oktober 2009 tentang perintah mempersiapkan diri untuk melaksanakan penugasan sebagai Satgas Ops Pamtas RI-PNG a.n Letkol Inf Amrin Ibrahim NRP 1920023500668 Danyonif Linud 433/3/1 Kostrad dengan kawan-kawan 649 orang. Satgas Pamtas Yonif Linud 433/JS melaksanakan operasi pengamanan wilayah darat perbatasan RI-PNG, mengamankan, menciptakan stabilitas keamanan di sepanjang wilayah perbatasan RI-PNG mulai wilayah Koramil 1711-01/Waropko (patok batas MM 7.3) s.d wilayah Koramil 1707-05/Muting (patok batas MM 10), mencegah keluar masuk GSP/B di sepanjang perbatasan RI-PNG, mencegah pemindahan patok batas dengan melakukan patroli dari pos menuju patok batas yang menjadi tanggung jawabnya, mencegah pelanggaran pelintas batas wilayah kedua negara melalui kegiatan patroli, pengendapan dan penempatan pos pada titik kritis serta daerah rawan, mencegah terjadinya penyelundupan dan pencurian kekayaan alam di wilayah perbatasan, memberdayakan masyarakat sekitar perbatasan untuk menumbuhkan semangat bela negara dan mematuhi hukum yang berlaku, mengamankan masyarakat dan lingkungannya dari pengaruh GSP, mengaktifkan pembinaaan teritorial terbatas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai skala prioritas, melaksanakan pergeseran pos perbatasan yang belum mencapai ± 5 km dari garis perbatasan RI-PNG sesuai kemampuan, mulai 01 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 selama 365 hari di sepanjang perbatasan RI-PNG dalam wilayah sektor Kabupaten Boven Digoel dalam rangka mendukung operasi Kolakops Korem 174/ATW, beralih ke operasi selanjutnya atas perintah. Yonif Linud 433/Julu Siri melaksanakan Operasi Pengamanan perbatasan RI – PNG (berhasil mendapatkan 14 Cuk Senjata Rakitan Jenis Engkle Loop, 2 Cuk Pistol Rakitan, 1 Cuk Pistol Standar kal 2.2 mm dan menewaskan Tokoh Asops Kodap IV).

12.  Pada tahun 2011 s.d. 2012 Anggota Yonif Linud 433/Julu Siri Melaksanakan BP penugasan Satgas Ops Pamtas RI-PNG di wilayah Kodam XVII/Cendrawasi Jayapura dipimpin oleh Lettu Ckm I Nyoman Tinglas.

13.  Pada tahun 2012 s.d. 2013 Anggota Yonif Linud 433/Julu Siri a.n Lettu Inf Achmad Zaki, S.Sos melaksanakan penugasan yang tergabung dalam Satgas Bais di Ibukota Jakarta.

14.  Pada tahun 2013d. 2014, Anggota Yonif Linud 433/Julu Siri a.n. Kapten Inf Moh. Alharidz unus, S.Sos melaksanakan penugasan yang tergabung dalam Satgas Bais di Aceh.

15.   Pada tahun 2014 s.d. 2015, Yonif Linud 433/Julu Siri mendapat perintah untuk melaksanakan operasi pengamanan perbatasan dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI khususnya di wilayah Kalimantan Utara, Berbagai kegiatan di daerah perbatasan yang sangat merugikan Negara Indonesia sering terjadi sehingga menimbulkan perhatian yang serius oleh pemerintah pusat. Hal ini dapat kita lihat dengan timbulnya berbagai masalah diantaranya pencurian sumber daya alam, kegiatan illegal dan pelanggaran lintas batas. Daerah perbatasan Kalimantan Utara dengan Malaysia masih rawan terjadinya tindakan pelanggaran wilayah, karena ketidak tegasan aparat dan himpitan ekonomi masyarakat. Hal ini terlihat masih banyaknya warga negara Indonesia yang menyeberang ke wilayah Malaysia melalui perbatasan guna bekerja di malaysia sebagai TKI illegal. Daerah yang sering digunakan sebagai pintu masuk TKI adalah di wilayah Nunukan Kaltara. Hal ini merupakan indikasi bahwa pelanggaran lintas batas masih akan terjadi di wilayah perbatasan (Nunukan), yang berpotensi tingginya peredaran Narkoba dan barang – barang terlarang lainnya dapat dengan mudah masuk ke negara Indonesia. Berdasarkan Surat Perintah Pangkostrad Nomor Sprin/905/VIII/2014 tanggal 16 Agustus 2014 tentang perintah melaksanakan tugas Operasi pengamanan perbatasan Darat RI-Malaysia TA 2014 di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dipimpin oleh Letkol Inf Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si, Melaksanakan Ops Pamtas RI-Malaysia kekuatan 350 orang berhasil Penangkapan Miras sebanyak 13.000 Botol, Penggagalan Narkoba sebanyak 1.335,05 gram, TKI bermasalah 3.250 orang, Senjata 12 Cuk, Muhandak 7 buah bom Rakitan, sembako Illegal 2.5 ton daging Elena, 5 ton beras, dan penangkapan roko tanpa cukai sebanyak 4.200 bungkus, dari prestasi yang diperoleh tersebut Satuan ini dalam pelaksanaanan tugas tersebut dinilai terbaik sehingga dihadiahi tugas operasi ke luar negeri.

16.  Pada tahun 2017 s.d. 2018, anggota Yonif Linud 433/Julu Siri sebanyak 16 orang melaksanakan BP Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 432/WSJ dipimpin Lettu Inf Muhammad Iqbal Yulandi, S.T.Han.

C.          TUGAS OPERASI TIMOR-TIMOR

1.  Pada tahun 1976, Yonif 724/Julu Siri melaksanakan Operasi Seroja di daerah Timor-Timur dipimpin oleh Mayor Inf Marsudiyono.

2.   Pada tahun 1991 s.d. 1992, Yonif Linud 433/Julu Siri sebagai salah satu satuan jajaran Brigif Linud 3/TMS mendapat kepercayaan dari komando atas untuk melaksanakan tugas operasi didaerah Timor-Timur. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi prajurit-prajurit Yonif Linud 433/Julu Siri dalam melaksanakan tugas operasi ini, terutama dalam mengisi sejarah satuan. Sesuai perintah Komando atas Yonif Linud 433/Julu Siri disiapkan sebagai satuan pemukul karena tetapi karena kebutuhan tugas didaerah operasi Timor-timur, Yonif Linud 433/Julu Siri berubah status sebagai Satuan Tugas Teritorial sesuai Surat Perintah Pangkostrad Nomor Sprin/647/IX/1991 tanggal 26 September 1991 tentang perintah pemberangkatan Yonif Linud 433/Julu Siri kedaerah operasi Timor-Timur dipimpin oleh Letkol Inf Sukamto Hadi dengan kekuatan personel 542 orang. Pada tanggal 23 Juni 1992 berdasarkan Bratel Pangkostrad kepada Pangkolakops Tim-Tim Komandan Satgas Letkol Inf Sukamto Hadi NRP 27129 diperintahkan untuk mengikuti Pendidikan Seskoad. Untuk Komando Kendali Satgas dilimpahkan kepada Wadan Satgas Mayor Inf Sunarko. MD

3.  Pada tahun 1994 s.d. 1995, Yonif Linud 433/Julu Siri merupakan satuan jajaran Kostrad yang melaksanakan tugas operasi di daerah Timur-Timur dalam hubungan Detasemen Tempur, Tugas ini merupakan pelaksanaan operasi pertama di Timur-Timur, dimana sebelumnya satuan ini pernah melaksanakan tugas dalam hubungan Batalyon Tempur. Satgas Yonif Linud 433/Julu Siri BKO kepada KO Sektor-A Korem 164/WD mulai tanggal 21 Oktober 1994 s.d September 1995, dalam pelaksanaan tugas Yonif Linud 433/Julu Siri berpedoman pada PO Mantap III-A dan PO Tatoli Rem 164/WD serta PO Galuh-1 Sektor-A.

4.   Berdasarkan Surat Perintah Pangkostrad Nomor Sprin/685/X/1994 tanggal 6 oktober 1994 tentang perintah melaksanakan tugas operasi satuan Pemukul kedaerah operasi Timor-Timur dipimpin oleh Mayor Inf Iwan Aprilianto dengan kekuatan personel 345 orang. Dalam masa penugasan tersebut telah dilaksanakan rotasi Jabatan Komandan Yonif Linud 433/Julu Siri  pada tanggal 22 Juni 1994 dari Mayor Inf Iwan Aprilianto NPR 28919 kepada Mayor Inf Irwan Kunadi NRP 28914 sehingga tugas dan tanggung jawab Dansatgas Pemukul beralih kepada Mayor Inf Irwan Kusnadi, selama melaksanakan tugas sebagai satuan detasemen pemukul satgas Yonif Linud 433/Julu Siri beberapa kali melaksanakan kontak tembak dengan pasukan GPK pada tanggal 24 Juli 1995 Team1/A kekuatan 15 Orang Dpp Lettu Inf S.E. Ginting NRP 190001206 kontak dengan GPK di Co. 7190.4105 pada saat pengendapan berhasil mendapatkan 3 Pucuk Jat SS-1, 1 Granat TP, 236 butir munisi dan 3 orang GPK Tewas.

D.         TUGAS OPERASI KONFLIK ACEH

1.   Pada tahun 2002 s.d. 2003 Kompi Rajawali Yonif Para Raider 433/Julu Siri tergabung dalam Detasemen Pemukul -5 Rajawali dengan kekuatan 383 orang sebagai  satuan pemukul Sektor-B Koops TNI melaksanakan tugas pengamanan wilayah di Kab. Aceh Barat, Aceh Jaya dan Aceh Besar dengan tugas pokok mencari, mendekati, menghancurkan dan menawan GAM  melaksanakan Operasi di Rah Rawan  Aceh, melindungi jiwa, raga dan harta masyarakat dari ancaman GAM serta merebut simpati dalam rangka mendukung tugas pokok Koops TNI, Telegram Panglima TNI Nomor : TR/ 253/2002 tanggal 13 Maret 2002 tentang perintah pemberangkatan satuan yang tergabung Kosatgas Mobil Rajawali di daerah penugasan NAD. Dipimpin oleh Kapten Inf Tumito Susanto dengan kekuatan 112  berhasil mendapatkan 1 Cuk orang AK 46, 1 Cuk  SS1 V1  dan 2 Cuk Pistol US Carabine.

2.   Pada tahun 2003 s.d. 2004, Yonif Linud 433/Julu Siri beserta jajarannya sebagai pasukan kerangka melaksanakan pengamanan pemukiman dan penumpasan pemberonta GAM bersenjata beserta kekuatannya di wilayah Kab. Aceh Timur dalam rangka pengamanan wilayan NAD sesuai dengan Surat Perintah Danbrigif Linud 3/TBS Nomor : Sprin/61/IV/2013 tanggal 5 April 2003 tentang perintah untuk melaksanakan penugasan ke daerah rawan Aceh dipimpin oleh Mayor Inf Andi Muhammad guna menghancurkan sasaran terhadap kosentrasi dan kekuatan Pemberontak GAM secara terpilih, memutus jaring komunikasi dan logistik, membantu berfungsinya pemerintah daerah yang belum berfungsi, mengamankan objek vital daerah, melindungi dan mengamankan berfungsinya kehidupan perekonomian masyarakat, mencegah dan menggagalkan penyelundupan senjata dan perlengkapan militer lainnya dari luar wilayah melalui laut dan darat serta mewujudkan semangan CINTA NKRI diwilayah Komando Sub sektor B/1 dengan hasil mendapatkan 7 Cuk Ak 47, 4  Cuk SS-1, 5  Cuk M-16 A.1, 1 Cuk US Carabine, 1 Cuk Basoka, 6 Cuk Pistol. 4 cuk GLM dan 20 cuk rakitan. Diakhir penugasan telah dilaksanakan serah terima jabatan Komandan Yonif Linud 433/Julu Siri dari Mayor Inf Andi Muhammad kepada Mayor Inf Taufik Risnendar.

3.       Pada tahun 2005,  Yonif Linud 433/Julu Siri melaksanakan operasi pengamanan wilayah untuk menciptakan rasa aman terhadap masyarakat, mencegah dan menghilangkan pengaruh kelompok separatis GAM terhadap masyarakat, menciptakan stabilitas keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat di wilayah Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Aceh Jaya yang tergabung dalam Satgas Mobile Pemukul 12 Koren 012/Teuku Umar  dalam rangka mendukung Tugas Pokok Kolakops Pengamanan Wilayah NAD. Setelah terjadinya bencana Alam Tsunami. Berdasarkan Surat Perintah Danbrigif Linud 3/TBS Nomor: Sprin/51/III/2005 tanggal 4 Maret 2005 tentang perintah melaksanakan operasi satuan pemukul didaerah rawan Nanggroe Aceh Darussalam dipimpin Letkol Inf Taufik Risnendar NRP dengan kekuatan 488 orang, yang tergabung dalam Operasi Darurat Sipil II di daerah rawan Aceh, dengan berhasil operasi mendapatkan 1 pucuk AK, 1 pucuk SS1, 1 pucuk Pistol Standar, 6 pucuk Pistol Rakitan, 4 Cuk GLM Rakitan. Satuan ini kembali setelah GAM dan pemerintah Indonesia setuju untuk menandatangani perjanjian damai yang ditandatangani di HelsinkiFinlandia pada Agustus 2005. Menurut ketentuan perjanjian perdamaian, yang diterima oleh pimpinan politik GAM dan disahkan oleh di Tiro, Aceh mendapat status otonomi yang lebih besar. Sehingga seluruh pasukan yang di BKO ke kodam Iskandar Muda di tarik dan dikembalikan kedaerah asal.

 

 E.         TUGAS OPERASI KONFLIK POSO

1.  Pada tahun 2015, Yonif Linud 433/Julu Siri melaksanakan penindakan awal selama 90 hari di daerah POSO SULTENG untuk membantu Kodam VII/WRB guna mencegah konflik yang semakin luas dalam rangka memelihara integritas wilayah nasional, Yonif Linud 433/Julu Siri merupakan salah satu satuan jajaran Kostrad yang disiapkan untuk melaksanakan operasi bantuan kepada POLRI guna melindungi dari setiap ancaman. Wil Kab. Poso merupakan wilayah kedaulatan NKRI yang harus dilindungi bila dihadapkan degan setiap ancaman yang mungkin timbul, baik yang berasal dari dlm maupun luar NKRI. Berdasarkan Surat Telegram Pangkostrad Nomor : ST/1513/2015 tanggal 4 November 2015 tentang perintah menyiapkan satuannya kekuatan 310 org dari Yonif Linud 433/3/1 Kostrad sebagai pasukan pemukul dalam rangka Operasi Bantuan kepada Polri Di Wil Kab. Poso Prov Sulteng yang tergabung dalam satgas Camae Maleo IV Dpp Letkol Inf Syamsul Alam S.E (Danyonif Linud 433/JS).

2.   Pada tahun 2017 s.d. 2018, Yonif Linud 433/Julu Siri a.n. Letda Inf Bremen Pandu Wiraguna S.T. Han dkk 4 orang melaksanakan Satgas Rahwan di Poso tergabung dalam satgas Tinong Bala.

F.         TUGAS OPERASI PERDAMAIAN

1.   Pada tahun 2007, Satu Kompi Yonif Linud 433/Julu Siri, Berdasarkan Surat Perintah Danbrigif Linud 3/TBS nomor Sprin/30/XI/2007 tanggal 21 Nopember 2007 tentang perintah melaksanakan penugasan misi OPP PBB di Lebanon tergabung dengan Satgas Yonif mekanis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL a.n. Letkol Inf A M Putranto Nrp 31102 jabatan Kasbrigif Linud 3/1 Kostrad dkk 380 orang termasuk diantaranya 101 orang dari Yonif Linud 433/3/1 Kostrad melaksanakan penugasan ke luar negeri yang tergabung dalam pasukan Garuda XXIII B Lebanon dipimpin oleh Kapten Inf Marwan Supriyanto.

2.   Pada tahun 2011 s.d. 2012 Anggota Yonif Linud 433/Julu Siri a.n Lettu Ckm dr. Tego Sulistiyono melaksanakan penugasan ke luar negeri yang tergabung dalam pasukan Garuda XXIIIE/ Libanon.

3.      Pada tahun 2012 s.d. 2013, Anggota Yonif Linud 433/Julu Siri sebanyak 2 orang melaksanakan penugasan ke luar negeri yang tergabung dalam pasukan Garuda XIIIF/Libanon  a.n. Pratu Asrin dan Pratu Franssiscus .

4.       Pada tahun 2015 s.d. 2016 Anggota Yonif Linud 433/Julu Siri sebanyak 2 orang melaksanakan penugasan ke luar negeri yang tergabung dalam pasukan Satgas Yonkompasit TNI Konga XXXV-B UNAMID/ Darfur a.n. Serda Asri dan Kopda Hasanuddin.

5.        Pada tahun 2014 s.d. 2015 Anggota Yonif Linud 433/Julu Siri sebanyak 2 orang Berdasarkan Berdasarkan Surat Perintah Danbrigif Linud 3/TBS Nomor Sprin/2858/XI/2014 tanggal 11 Nopember 2014 tentang perintah untuk masuk di Marshaling Area di PMPP TNI Sentul Bogor pada Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-G1/Unifil, Satgas Force Protectioan Company (FPC) TNI Konga XXVI-G2/, Satgas Military Police Unit (MPU) TNI Konga XXVI-E/Unifil, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXVI-E/Unifil dan Satgas Cimic TNI Konga XXVI-E/Unifil di Lebanon a.n Sertu  Heni dan Pratu Jamaluddin.

6.        Tahun 2017-2018, Yonif Para Raider 433/Julu Siri melaksanakan penugasan ke luar negeri yang tergabung dalam satuan Mainbody pasukan Satgas Yon Kompasit TNI Konga XXXV-C UNAMID/ Darfur berjumlah 317 Orang dipimpin Letkol Inf Syamsul Alam S.E. Berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/538/III/2017 tanggal 24 Maret 2017, tentang perintah melaksanakan tugas sebagai personel Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C UNAMID yang tergabung pada misi PBB. Penugasan di daerah Darfur, Sudan merupakan salah satu implementasi untuk mewujudkan perdamaian dunia yang dilakukan oleh Negara Indonesia. Dengan keterlibatan TNI dalam melaksanakan misi perdamaian di Darfur, Sudan ini adalah merupakan wujud nyata peran aktif bangsa Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Batalyon Komposit TNI ini merupakan Satuan Tugas yang dikirim oleh Indonesia dengan tugas pokok melaksanakan Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB di wilayah Darfur Sudan, meyakinkan daerah operasi bebas dari aktivitas bermusuhan antara pihak – pihak yang bertikai, melaksanakan kegiatan kemanusiaan sebagai bagian dari Sipil Militer Koordinasi (Cimic) dalam mendukung tugas Komando Sektor-2 State Security Assistance Force (SSAF). Dalam pelaksanaan tugas pokoknya Satgas Yonkomposit TNI tetap mengedepankan konsep operasi “To Win The Heart and Mind of The People“ dengan tetap memegang teguh prinsip Imparsial agar dapat diterima oleh masyarakat di daerah West Darfur Sudan, khususnya masyarakat yang berada di wilayah operasi. Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C UNAMID melaksanakan tugas Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB mulai 07 April 2017 sampai dengan  27 April 2018 di wilayah Darfur dibawah SSAF yang berdislokasi di El Geneina SC dan Mournei TS, meyakinkan daerah operasi bebas dari aktivitas bermusuhan antara pihak-pihak yang bertikai, melaksanakan kegiatan kemanusiaan sebagai bagian dari Sipil Militer Koordinasi (Cimic) serta melindungi kegiatan masyarakat setempat dengan menempatkan 3 (tiga) Kompi di El Geneina SC bersama Battalion HQ dan 1 (satu) Kompi berkedudukan di Mournei TS dalam rangka melaksanakan operasi pemeliharaan perdamaian serta  melaksanakan operasi selanjutnya atas perintah. Penghargaan Tertulis yang diterima selama berjalannya Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C UNAMID dari HQ Sector West yaitu sebagai berikut :

a.  QIPs Rehabilitation Women prison di El Geneina dari tanggal 29 Mei sampai dengan 6 Juli 2017;

b.  QIPs provision 20 unit solar powered di El Geneina dengan pengerjaan dari tanggal 17 sampai dengan 28 september 2017;

c.  Hadroh Marawis performance pada saat International Day OPeace pada tanggal 28 september 2017;

d.  Pertunjukan bela diri Yong Modoo dan Karate di El Burhania Square El Geneina Pada perayaan UN Day tanggal 24 Oktober 2017;

e.  Penampilan Band dan Gemu Famire pada saat perayaan AIDS Day tanggal 4 Desember 2017.

f.   Kegiatan Karak Charity Program pada tanggal 9 januari 2018;

g.  Peresmian Masjid di desa Kajil Kajili Kompi D Masteri pada tanggal 6 Maret 2018;

h.  Perayaan International Woman day di Mournei TS Tanggal 15 Maret 2018;

i.   Peresmian Madrasah Mujamah Mabrokah yag di terletak di desa Al-Riyadh Tanggal 3 April 2018;

j.   Kegiatan Karak Free Medical Campaign, peresmian Masjid dan Madrasah tanggal 16 April 2018;

k.   Kegiatan peresmian Masjid Al-wahdah Al-Riyadh tanggal 18 April 2018.

l.   Juara 1 Lari 4 & 8 km Putra dan Putri, Juara 1 Bola Volly dan Juara 1 Tenis Meja pada Championship Sector West  tanggal 20 Agustus 2017

m.  Penyelamatan masyarakat dari terbawa arus Banjir Wadi. 31 Agustus 2017

n. Penangkapan dan penggagalan pencuarian aset UN di Forobarngan, Habila TS dan Supercamp TS. Agustus – Oktober 2017

Brigif Para Raider 3 © 2019 all rights reserved